Iklan di Marketplace: Cara Pemula Bikin Produk Naik Tanpa Boros
Dulu saya kira jualan di Shopee cukup upload produk, foto seadanya, lalu tunggu order masuk. Ternyata seminggu berlalu, viewers cuma belasan. Produk saya tenggelam di halaman entah ke berapa. Nah, di titik itulah saya sadar bahwa iklan di marketplace bukan sekadar buang uang, tapi cara paling cepat biar toko baru punya kesempatan dilihat orang. Iklan di marketplace pada dasarnya membayar posisi supaya produk muncul di deretan atas ketika calon pembeli mengetik kata kunci tertentu.
Pertama-tama, mari luruskan dulu satu hal. Banyak pemula mengira iklan itu tombol ajaib yang bikin omzet meledak dalam semalam. Padahal kenyataannya lebih membumi. Iklan hanya memperbesar peluang, sedangkan produk, harga, dan foto tetap penentu akhir apakah orang jadi beli atau kabur.
Kenapa iklan di marketplace penting untuk toko baru
Faktanya, algoritma marketplace cenderung mendahulukan toko yang sudah punya banyak penjualan dan ulasan. Kalau kamu baru mulai, kamu praktis tak punya modal itu. Oleh karena itu, produkmu sulit muncul secara organik di halaman pertama. Di sinilah iklan di marketplace berperan sebagai jalan pintas yang jujur.
Sebagai contoh, bayangkan ada ribuan penjual sepatu di Shopee. Ketika seseorang mengetik “sepatu lari pria”, hanya segelintir produk yang nongol di layar pertama. Selanjutnya, produk di halaman kedua ke bawah nyaris tak pernah dilirik. Jadi, tanpa dorongan iklan, toko baru seperti buka warung di gang buntu tanpa papan nama.
Selain itu, iklan memberi kamu data berharga. Kamu bisa lihat kata kunci mana yang menghasilkan klik, produk mana yang paling laku, dan jam berapa orang paling aktif belanja. Ternyata informasi seperti ini susah didapat kalau kamu cuma menunggu order datang sendiri.
Cara mulai iklan di marketplace tanpa boros
Pertama, jangan iklankan semua produk sekaligus. Pilih satu atau dua produk andalan yang harganya kompetitif dan fotonya sudah bagus. Sebaliknya, mengiklankan produk yang fotonya buram sama saja menyiram bensin ke uang yang terbakar.
Kedua, mulai dengan budget kecil dulu. Misalnya Rp20.000 sampai Rp30.000 per hari untuk masa uji coba. Kemudian, amati hasilnya selama tiga sampai tujuh hari sebelum menaikkan angka. Kalau langsung pasang budget besar tanpa data, kamu cuma menebak dalam gelap.
Iklan yang boros biasanya bukan karena budgetnya besar, tapi karena tak pernah dievaluasi. Angka kecil yang dibaca rutin jauh lebih menguntungkan daripada angka besar yang dibiarkan jalan sendiri.
Ketiga, pahami jenis iklannya. Umumnya ada iklan pencarian yang menampilkan produk saat orang mengetik kata kunci, dan ada iklan produk serupa yang muncul di halaman kompetitor. Untuk pemula, iklan pencarian biasanya paling masuk akal karena menyasar orang yang memang sedang mencari barang seperti milikmu.
Keempat, pilih kata kunci yang tepat. Jangan cuma pakai kata umum seperti “baju” yang saingannya jutaan dan mahal. Sebaliknya, gunakan kata yang lebih spesifik seperti “kemeja flanel pria lengan panjang”. Kata kunci sempit memang jangkauannya kecil, tapi orang yang mengklik jauh lebih siap membeli.
Selanjutnya, pantau istilah ROAS alias return on ad spend. Angka ini membandingkan pendapatan dari iklan dengan biaya yang kamu keluarkan. Kalau ROAS di bawah satu, artinya kamu nombok. Oleh karena itu, matikan kata kunci atau produk yang boros, lalu alihkan budget ke yang menghasilkan.
Untuk gambaran praktik langsung setting iklan dari nol, video berikut cukup membantu dipahami pemula:
Faktanya, iklan bekerja paling optimal saat halaman produkmu sudah rapi. Jadi, sebelum jor-joran pasang iklan, benahi dulu foto, judul, dan deskripsi produk. Kamu bisa baca panduan cara riset produk jualan online supaya modal iklanmu tak terbuang untuk produk yang memang kurang diminati pasar.
Kesimpulan
Singkatnya, iklan di marketplace adalah alat, bukan keajaiban. Kalau dipakai dengan sabar dan dibaca datanya, iklan bisa mengangkat toko baru dari halaman terpencil ke deretan pertama pencarian. Sebaliknya, kalau cuma dinyalakan lalu ditinggal, dompetmu yang jadi korban.
Jadi, mulailah dari produk andalan, budget kecil, kata kunci spesifik, lalu evaluasi rutin. Untuk memahami cara kerja iklan berbayar secara umum, kamu juga bisa membaca konsep periklanan di Wikipedia. Akhirnya, iklan yang cerdas bukan soal siapa yang paling banyak bakar uang, melainkan siapa yang paling telaten membaca angka.