Retargeting Ads untuk Toko Online: Cara Jitu Kejar Pembeli yang Kabur
Pernah tidak, kamu buka toko online, lihat sepatu yang lucu, lalu tutup aplikasi karena tiba-tiba ada urusan lain? Beberapa jam kemudian, sepatu itu malah muncul lagi di beranda Instagram. Itu bukan kebetulan. Itulah retargeting ads untuk toko online, cara jitu menjangkau lagi orang yang sudah tertarik tapi keburu kabur sebelum bayar. Faktanya, menurut riset Forrester, sekitar 96% pengunjung sebuah situs pergi tanpa membeli apa pun.
Awalnya saya kira ini teknik rumit yang cuma cocok buat brand besar. Ternyata pemilik usaha kecil pun bisa memakainya. Selanjutnya saya jelaskan pelan-pelan supaya kamu paham cara kerjanya sebelum keluar uang untuk iklan.
Apa itu retargeting ads untuk toko online
Singkatnya, retargeting ads untuk toko online adalah iklan yang khusus dikejar ke orang yang pernah mampir ke tokomu. Bisa yang cuma lihat-lihat produk, bisa juga yang sudah masukkan barang ke keranjang tapi batal checkout. Berbeda dengan iklan biasa yang menyapa orang asing, iklan ini menyapa orang yang sudah kenal tokomu.
Karena itu, hasilnya biasanya lebih hangat. Sebagai contoh, studi dari AdRoll menyebut retargeting bisa menaikkan rasio konversi sampai 150%. Selain itu, rasio kliknya dilaporkan jauh lebih tinggi dibanding iklan display biasa. Wajar, karena kamu mengingatkan orang yang memang sudah setengah niat beli.
Menjangkau lagi satu orang yang sudah pernah tertarik jauh lebih murah daripada memburu sepuluh orang asing yang belum kenal tokomu sama sekali.
Cara kerja dan jenis retargeting ads untuk toko online
Pertama, ada yang namanya pixel based. Kamu memasang sepotong kode kecil (piksel) di website atau toko online. Setiap pengunjung datang, piksel itu menandai mereka diam-diam. Kemudian iklanmu bisa membayangi mereka saat buka Facebook atau Instagram.
Selanjutnya ada list based. Cara ini pakai daftar kontak yang sudah kamu punya, misalnya email atau nomor pembeli lama. Kamu unggah daftarnya ke platform iklan, lalu sistem mencocokkan dan menampilkan iklan ke mereka. Cocok untuk mendorong pembelian ulang.
Namun jangan asal tembak. Pisahkan dulu audiensmu berdasarkan perilaku. Orang yang baru lihat halaman utama beda kebutuhannya dengan orang yang sudah taruh barang di keranjang. Oleh karena itu, pesan iklan untuk keduanya sebaiknya berbeda. Untuk yang hampir checkout, tawaran gratis ongkir atau diskon kecil sering ampuh menutup penjualan.
Kesimpulan
Sebagai penutup, retargeting ads untuk toko online bukan sihir yang bikin barang laku dalam semalam. Ini alat untuk menjaga agar calon pembeli yang sudah tertarik tidak lupa begitu saja. Mulai dari yang kecil, pasang piksel, pisahkan audiens, lalu ukur hasilnya sebelum menambah anggaran. Kalau kamu ingin mendalami strategi iklan lain, baca juga panduan iklan berbayar untuk toko online di situs ini. Untuk gambaran umum, kamu bisa cek pula penjelasan tentang pemasaran digital di Wikipedia.